Darilaut – Bibit Siklon Tropis 95W saat ini terletak di utara Jayapura, Papua, Samudra Pasifik barat, pada Sabtu (7/3).
Bibit Siklon 95W dengan jarak 1170 km utara Jayapura, 686 km timur Palau serta 748 km barat daya Guam dan Kepulauan Mariana Utara.
Sistem ini memiliki peluang sedang (medium) untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, menurut Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Sistem mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1005 hPa (hektopaskal), kata JTWC.
Citra satelit menunjukkan perputaran yang luas dengan konveksi yang tidak terorganisir.
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas ke arah kutub yang moderat, geser angin rendah hingga moderat (15–20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (29–30°C).
Hasil pemodelan umumnya sepakat bahwa sistem akan mempertahankan medan angin yang memanjang saat bergerak di dekat Kepulauan Mariana selama 1 hingga 2 hari ke depan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 95W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Pasifik utara Papua barat daya hingga Papua, Laut Maluku.
Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4 m) di Samudra Pasifik utara Maluku, menurut BMKG.
Bibit Siklon Tropis 95W terbentuk pada tanggal 4 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di luar wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Analisis TCWC hari ini, pusat sirkulasi berada di sekitar 7.1°LU 140.7°BT, di Samudra Pasifik utara Papua. Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1004 hPa.
Bibit Siklon Tropis 95W didukung oleh kondisi lingkungan seperti aktifnya gelombang Low Frequency, suhu muka laut yang hangat 28–30°C, kelembapan udara yang cukup basah pada setiap lapisan, serta vortisitas yang mendukung pertumbuhan sistem.
Namun vertical wind shear berada dalam kategori tinggi (25 knot), divergensi lapisan atas dan konvergensi lapisan bawah lemah.
