Darilaut – Bibit siklon tropis 96S (Tropical Low 15U) saat ini terletak di Selatan Jawa, Samudra Hindia, pada Minggu (18/1).
Sistem ini mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 45 km per jam (25 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1000 hPa (hektopaskal), kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Menurut JTWC sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan menurun. Hal ini ditandai dengan kecepatan angin maksimum menjadi sekitar 15 knot (28 km per jam) serta pola sirkulasi yang semakin membuyar dan bergerak perlahan ke arah barat daya.
Sementara untuk 48 – 72 jam ke depan diprakirakan akan terus melemah ditandai dengan sirkulasi mulai terlihat lebih terbuka dan melebar dengan pergerakan ke arah selatan-tenggara, kata BMKG.
Potensi bibit 96S menjadi siklon tropis 24-72 jam dalam ketegori rendah.
Meski demikian, Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi wilayah perairan di Indonesia.
Dampak tersebut berupa tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Sumba.
