Darilaut – Bibit siklon tropis 98B dan 98S sedang berkembang di Samudra Hindia, Kamis (15/12). Bibit 98B berada di dekat Aceh dan 98S di Kepulauan Cocos (Keeling).
Layanan satelit Zoom.earth menginformasikan 98B yang berkembang sejak Selasa (13/12) memiliki peluang pembentukan yang rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Kecepatan angin 30 km per jam, dengan tekanan permukaan laut 1007 hPa (hektopaskal).
Belum dikeluarkan peringatan untuk sistem ini. Area cuaca yang terganggu sedang diselidiki.
Deputi Bidang Meteorologi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (15/12) pukul 12:36 WIB, menginformasikan Bibit Siklon Tropis 98B terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Aceh.
Sistem ini menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot (low-level-jet) di sekitar selat Malaka bagian utara, serta membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Andaman, Perairan Aceh bagian utara, dan Sumatera Utara.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi potensi bibit siklon tropis untuk menjadi siklon tropis masih rendah dengan pergerakan ke arah barat hingga barat daya.
98S
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) 98S memiliki peluang pembentukan medium untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Analisis menunjukkan pergeseran angin yang rendah diimbangi oleh divergensi dan suhu permukaan laut yang hangat (28-29°C).
98S akan terus melacak perlahan ke barat dan secara bertahap berkonsolidasi dan lebih intensif selama 1 hingga 2 hari ke depan.
Kecepatan angin permukaan sekitar 50 – 55 km per jam atau 27-30 knot. Tekanan permukaan laut minimum mendekati 1008 hPa, tulis JTWC.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Bibit Siklon Tropis 98S juga terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu yang menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot (low-level-jet) di sekitar Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu, serta membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir Bengkulu hingga Banten.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah low-level-jet/ konvergensi tersebut.
Sumber: Zoom.earth/JTWC dan BMKG
