Bibit Siklon Tropis 98W di Laut Cina Selatan, 98S di Selatan Jawa Tengah

Bibit siklon tropis 98W di Laut Cina Selatan, Kamis (28/4). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Setelah melewati daratan Sabah, Malaysia, bibit siklon tropis 98W saat ini telah berada di Laut Cina Selatan, Kamis (28/4). Sementara bibit 98S terletak di selatan Jawa Tengah.

Layanan satelit Zoom.earth, menginformasikan kecepatan angin 98W adalah 30 km per jam dan tekanan permukaan laut 1010 mb.

Bibit 98W memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Pusat Peringatan Bersama Siklon Tropis (JTWC) menginformasikan citra satelit menunjukkan konveksi dalam di tepi utara sirkulasi tingkat rendah yang luas.

Model perkiraan menunjukkan bahwa bibit 98W akan meningkat seiring jalurnya ke arah barat laut menuju Vietnam di Laut Cina Selatan selama 2 hingga 3 hari ke depan.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bibit siklon tropis 98W terpantau di Laut Cina Selatan yang menginduksi low level jet, serta daerah konvergensi yang terpantau memanjang di Laut Cina Selatan sebelah timur Vietnam.

98S

Deputi Bidang Meteorologi juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Kamis (28/4) pukul 13.45 WIB.

Bibit siklon tropis 98S terpantau di selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, Samudra Hindia, yang menginduksi low level jet di Samudra Hindia selatan Bali-Jawa Barat.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang terpantau memanjang di Samudra Hindia selatan Bali-Jawa Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet maupun konvergensi tersebut.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Jawa bagian barat. Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di Kepulauan Bangka-Belitung, di Laut Jawa, di Jawa Barat, di Jawa Timur, di Selat Makassar, di Sulawesi Tengah, di perairan Sorong, di Papua Barat dan Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Exit mobile version