BIG Sosialisasi di Politeknik Negeri Manado

sosialisasi BIG

FOTO: DOK. POLIMDO

Manado – Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan kegiatan diseminasi informasi geospasial “Penegasan Batas Wilayah untuk Inventarisasi Potensi Sumberdaya Alam”di Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Kegiatan sosialisasi BIG ini bekerja sama dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Republik Indonesia, Kamis (28/2).

Anggota Komisi XII DPR RI Bara Krishna Hasibuan Walewangko memberikan apresiasi kepada BIG yang telah menginisiasi acara ini dan berharap agar melalui acara ini hubungan antara instansi, dalam hal ini BIG, semakin dekat dengan Politeknik Negeri Manado.

“BIG ini adalah mitra Komisi VII DPR RI. Semoga acara ini bisa meningkatkan kinerja BIG dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat IG dan BIG bagi masyarakat,” kata Bara.

Fungsi utama BIG adalah melakukan one-map policy, kebijakan pemetaan wilayah, batas wilayah, potensi wilayah hingga potensi bencana yang sehari hari bisa dimanfaatkan oleh semua pihak. “Saya sengaja memilih Politeknik Negeri Manado untuk melakukan kegiatan ini sebagai salah satu institusi perguruan tinggi (PT) terbaik di Sulawesi Utara yang diharapkan menerapkan teknologi ini bahkan mengembangkannya,” ujar anggota DPR RI dari Sulawesi Utara tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Besar BIG Batoro Wisnu, mengenai bidang studi yang terkait dengan BIG ini adalah geografi dan geodesi. Jadi diharapkan ke depannya lebih banyak yang tertarik untuk belajar geografi atau geodesi, sehingga lebih banyak lagi surveyor di Indonesia.

“Selain itu, contohnya terkait bencana di Palu kemarin, peta sangat dibutuhkan dalam proses evakuasi bencana,” katanya.

Terkait batas wilayah, BIG bertugas untuk menyediakan batas wilayah yang terdefinisikan dan memiliki kekuatan hukum di Indonesia. Mengingat tugas BIG yang luas, maka diperlukan suatu diseminasi agar fungsi dan produk BIG dapat diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, mulai dari pelajar, mahasiswa-mahasiswi, hingga pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya.

Salah satu peran IG adalah untuk mendukung perencanaan pembangunan, ketahanan dan keamanan nasional, serta mendukung penanganan kebencanaan dan evakuasi. Untuk proses berbagi data, di BIG terdapat Pelayanan Terpadu Informasi Geospasial (PTIG) yang dapat mempermudah pengguna IG dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi pendidikan dan swasta mendapatkan layanan produk dan jasa geospasial.

“Ada 3 jenis layanan di PTIG, yaitu layanan pembelian produk, layanan jasa konsultasi, dan layanan pendidikan dan pelatihan,” ujar Batoro Wisnu.

Sementara itu, Direktur Polimdo Ir Ever Ir Ever Notje Slat MT mengaku bangga dengan dipilihnya Polimdo sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang melibatkan Komisi VII DPR RI dan BIG.

“Suatu kehormatan bagi kami karena terlaksananya kegiatan ini. Ini juga dapat memperkenalkan informasi geospasial kepada mahasiswa dan dosen yang ada di Polimdo,” ujarnya.

Ever mengharapkan apa yang disampaikan bisa memberikan wawasan sehingga kita semua dapat bertahan dan dapat bersaing di kehidupan di luar kampus nantinya.

Dalam kuliah umum, para mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya berkaitan dengan materi yang kurang jelas. Mengakhiri materi kuliahnya, Anggota Komisi XII DPR RI Bara Khrisna Hasibuan Walewangko berjanji bagi akan memperjuangkan lulusan Polimdo untuk dapat berkarir di Badan Informasi Geospasial.*

Exit mobile version