Namun, kata Daryono, sistem peringatan Tsunami tidak dapat berhasil baik jika hanya tergantung pada kemampuan monitoring sebab melainkan penting juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan antara Lembaga dan Masyarakat.
Sementara itu Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya mengatakan pelaksanaan agenda internasional 2 tahunan ini sebagai bentuk perwujudan dalam menangani penanggulangan bencana di Indonesia.
Penyelenggaraan ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan persiapan baik masyarakat maupun pemerintah dalam antisipasi bencana tsunami melalui penguatan sistem pernyataan dini tsunami berbasis masyarakat.
“Penyelenggaraan ini tentunya sangat penting bagi Indonesia dalam menguji Bagaimana peringatan dini Tsunami bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.




