“Kami Pusat Riset Mekatronika Cerdas bisa semakin meningkatkan ataupun menjalin kerja sama dengan tim dari IPB, serta bisa saling bertukar informasi perkembangan terkini terkait teknologi yang kita bahas di webinar kali ini,” kata Yanuandri.
Akademisi IPB University Heru Sukoco menjelaskan mengenai implementasi AI pada jaringan dan sistem komputer (CSN) serta agromaritim 4.0.
Agromaritim 4.0 adalah konsep pengembangan pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, pangan, dan lingkungan berbasis teknologi Revolusi Industri 4.0. Artinya, sektor agromaritim tidak lagi tradisional, tetapi berbasis teknologi digital, cerdas, presisi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, kata Heru.
Heru mengatakan sektor pertanian, perikanan, kelautan, hingga peternakan kini dituntut untuk beradaptasi dengan digitalisasi dan smart system.
Terkait dengan AI, Heru menyebutkan ada kategori sistem berdasarkan tingkat kecerdasan, kemampuan adaptasi, serta tujuan dan cara kerja pengendaliannya. Salah satu implementasinya di sistem otonom.
Melalui payung penelitian Agromaritim 4.0 IPB University, Heru mencontohkan beberapa riset inovatif yang sedang dikembangkan. Di antaranya MATA-SAPI (Manajemen Ternak Sapi Pintar) yang memanfaatkan sensor IoT untuk pemantauan kondisi ternak secara real-time, Prediksi Kematangan Mangga yaitu sistem cerdas untuk memperkirakan kualitas dan kematangan buah tropika guna mendukung ekspor hortikultura, hingga Cassava Smart Production (Cassmatech – IPB Prima) pengembangan IoT untuk pengelolaan tanaman cassava dan irigasi untuk sistem produksi pintar.




