Darilaut – Untuk pertama kalinta, lebih dari 300 delegasi dari 33 negara di Asia dan Pasifik berkumpul di Fiji untuk Forum Asia Pasifik.
Lima rancangan resolusi diperkenalkan menjelang Sidang Majelis Lingkungan PBB Ketujuh, termasuk proposal tentang ketahanan terumbu karang, strategi ekonomi sirkular, dan partisipasi pemuda dalam aksi iklim.
Kegiatan tersebut berlangsung di Nadi, dari tanggal 26 hingga 29 Agustus 2025 untuk Forum Menteri dan Otoritas Lingkungan Asia Pasifik Keenam.
Diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Fiji dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Forum ini berfungsi sebagai platform utama di kawasan ini untuk memajukan solusi berkelanjutan dan memperkuat ketahanan lingkungan.
Wakil Perdana Menteri Fiji dan Menteri Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah, Manoa Kamikamica, mengatakan, pengelolaan lingkungan bukan lagi sekadar tanggung jawab etis — melainkan tanggung jawab hukum.
”Dan ini adalah tanggung jawab yang harus dipimpin oleh kawasan Asia-Pasifik dengan keyakinan, kejelasan, dan kredibilitas,” ujarnya.
Negara-negara Anggota mendukung Ringkasan Ketua yang mengidentifikasi isu-isu lingkungan prioritas di kawasan ini untuk memastikan bahwa suara Asia Pasifik didengar pada sesi ketujuh Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA-7), yang akan diselenggarakan di Nairobi dari 8 hingga 12 Desember 2025. UNEA-7 dengan tema “Memajukan solusi berkelanjutan untuk planet yang tangguh.”




