Muthya menjelaskan bahwa proses reproduksi kuda laut berlangsung ketika betina mentrasfer telur atau dimasukkan ke dalam kantong pengeraman miliki jantan.
Setelah telur berhasil dimasukkan dan sudah berada di dalam kantong tersebut, kuda laut jantan akan mengerami dan menjaga telur hingga waktunya untuk menetas dan anak kuda dilahirkan.
Bentuk kantong pengeraman juga dapat membantu mengidentifikasi tahap reproduksi kuda laut jantan.
Muthya menunjukkan beberapa bentuk kantong pengeraman, mulai dari yang terlihat menonjol ketika berisi telur, hingga yang kempes dan keriput setelah anakan dilahirkan. Kantong pengeraman pada kuda laut jantan juga dapat memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Berbeda dengan kuda laut jantan yang memiliki kantong pengemaran, kuda laut betina justru tidak memiliki kantong pengemaran.
Bentuk bagian perutnya cenderung membulat, berbeda dengan jantan yang bentuk bagian bawah tubuhnya lebih landai dan menyambung hingga ke arah ekor.
Namun, menurut Muthya, kuda laut jantan yang masih berusia muda dapat memiliki kantong pengemaran yang masih belum terlihat jelas. Hal ini karena kantongnya yang masih dalam tahap perkembangan.
Masa cumbu rayu kuda laut jantan dan betina akan berlangsung dalam beberapa hari. Bila saling suka, kuda laut betina akan berenang menuju permukaan air.




