Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Krovanh terbentuk di Laut Filipina pada Selasa (1/9). Saat ini sistem hampir tidak bergerak, pada Rabu (2/9) pagi.
Krovanh –topan nomor 24 Jepang—memiliki tekanan udara pada pusatnya 996 hPa (hektopaskal).
Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot), menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
JMA mengatakan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di selatan 560 km (300 NM) dan utara 330 km (180 NM).
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 5,5 meter (18 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Krovanh diperkirakan akan terus bergerak perlahan selama 12 jam ke depan karena sistem ini masih berada dalam pola kendali arah (steering pattern) yang saling bersaing.
Setelah 12 jam, menurut JTWC, punggungan tekanan udara dekat khatulistiwa di sebelah barat daya akan melemah dan bergerak ke arah barat, sehingga punggungan subtropis menjadi mekanisme kendali arah utama.
Hal ini akan menyebabkan Krovanh bergerak ke arah barat laut selama 60 jam ke depan, menuju Kepulauan Ryukyu.
Lintasan aktual sistem ini sangat tidak pasti setelah 60 jam, namun prakiraan lintasan JTWC menunjukkan pergerakan lambat ke arah timur selama 5 hari ke depan, di mana punggungan dekat khatulistiwa yang menguat jauh di selatan memberikan kendali arah yang longgar.




