Cara Kuda Laut Jantan Melahirkan

Kuda laut jantan saat melahirkan anaknya. ProDinz/Youtube

Darilaut – Salah satu keunikan kuda laut, jantan yang mengerami dan melahirkan. Dalam siklus hidupnya, spesies kuda laut tersebut menunjukkan adanya pembagian peran yang khas antara kuda laut jantan dan betina dalam proses reproduksinya.

Tidak seperti dengan kebanyakan hewan, kuda laut memiliki cara reproduksi yang cukup unik. Keunikan reproduksi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya memahami morfologi kuda laut dalam proses identifikasi.

Identifikasi kuda laut dilakukan dengan memperhatikan sejumlah karakter tubuh yang dimiliki, seperti tulang pipi, mahkota pada bagian kepala, dan bentuk tulang hidung.

Pada hewan yang termasuk dalam famili Syngathidae ini, telur memang berasal dari betina, akan tetapi proses mengerami hingga melahirkan justru dilakukan oleh kuda laut jantan melalui kantong pengeraman yang dimilikinya.

Dalam materi Teknik Identifikasi Kuda Laut pada Lokakarya yang bertajuk “Penanganan Kuda Laut Hasil Sitaan” yang dilaksanakan di Gedung B.J Habibie di Jakarta pada Kamis (27/8), Muthya Farah dari Project Seahorse, mengatakan, keberadaan kantong pengeraman menjadi salah satu ciri yang dapat digunakan untuk membedakan kuda laut jantan dan betina.

”Kuda laut jantan memiliki kantong pengerman di bagian bawah tubuhnya, sedangkan betina tidak memiliki bagian tersebut,” ujar Muthya seperti dikutip dari Brin.go,id.

Muthya menjelaskan bahwa proses reproduksi kuda laut berlangsung ketika betina mentrasfer telur atau dimasukkan ke dalam kantong pengeraman miliki jantan.

Setelah telur berhasil dimasukkan dan sudah berada di dalam kantong tersebut, kuda laut jantan akan mengerami dan menjaga telur hingga waktunya untuk menetas dan anak kuda dilahirkan.

Bentuk kantong pengeraman juga dapat membantu mengidentifikasi tahap reproduksi kuda laut jantan.

Muthya menunjukkan beberapa bentuk kantong pengeraman, mulai dari yang terlihat menonjol ketika berisi telur, hingga yang kempes dan keriput setelah anakan dilahirkan. Kantong pengeraman pada kuda laut jantan juga dapat memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Berbeda dengan kuda laut jantan yang memiliki kantong pengemaran, kuda laut betina justru tidak memiliki kantong pengemaran.

Bentuk bagian perutnya cenderung membulat, berbeda dengan jantan yang bentuk bagian bawah tubuhnya lebih landai dan menyambung hingga ke arah ekor.

Namun, menurut Muthya, kuda laut jantan yang masih berusia muda dapat memiliki kantong pengemaran yang masih belum terlihat jelas. Hal ini karena kantongnya yang masih dalam tahap perkembangan.

Masa Cumbu Rayu

Masa cumbu rayu  kuda laut jantan dan betina akan berlangsung dalam beberapa hari. Bila saling suka, kuda laut betina akan berenang menuju permukaan air.

Jantan akan mengikuti, kemudian betina memasukkan telur ke dalam kantong melalui lubang di bagian atas.

Setelah kuda laut betina melepaskan sel telur ke kantong, jantan akan menggoyang-goyangkan tubuhnya selama 30-60 detik.

Kuda laut jantan akan menata telur-telur dalam kantong pengeraman dan secara simultan melepaskan spermanya untuk membuahi telur-telur tersebut.

Telur dibuahi oleh sperma, dan kemudian mulai berkembang menjadi bayi kuda laut.

Tugas kuda laut betina (ibu) hanya sampai mengeluarkan telur ke kantong jantan. Selanjutnya, kuda laut betina ini akan berenang dan meninggalkan ayahnya untuk merawat bayi yang sedang tumbuh.

Masa pengeraman telur tergantung suhu (temperatur) air dan jenis kuda laut. Umumnya pengeraman berlangsung 8 sampai 21 hari. Penelitian lainnya lama inkubasi berkisar antara 10 hari hingga 6 minggu.

Di dalam kantong, akan tumbuh mata, moncong kecil, dan ekor kecil.

Pengeluaran anak dari kantong telur biasanya didahului dengan adanya gerakan menekan selama 2 hari.

Ketika akan melahirkan, jantan melilitkan ekornya pada obyek tertentu dan menggerakkan tubuhnya ke depan dan belakang. Anak-anak kuda laut akan keluar sampai kantong pengeraman kosong kembali.

Exit mobile version