Konsep ini sesuai dengan karakter bangunan portabel yang praktis dalam operasionalnya (pasang-bongkar-angkut-simpan). Portable hospital dibuat untuk mengantisipasi apabila jumlah pasien yang terkena virus corona melebihi kapasitas rumah sakit utama. Desain portable hospital dipercayakan kepada Departemen Desain Interior ITS.
Kepala Laboratorium Integrated Digital Design Departemen Desain Produk, Djoko Kuswanto mengatakan, pihak ITS sedang melakukan survei untuk mengetahui kondisi sebenarnya (existing) dari RSUA. “Untuk memvalidasi kebutuhan, teman-teman kami nanti datang ke RSUA dan melihat kondisi sebenarnya di sana,” ujar Djoko.
Sementara alat ketiga berupa isolation portable room (ruang isolasi portabel). Ruang isolasi portabel ini menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam menerima pasien yang terdampak virus corona dan upaya melakukan karantina. Tipe ruang isolasi ini telah diatur berdasarkan Pedoman Teknis Ruang Isolasi, Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Tahun 2015.
Ruang Isolasi memenuhi kriteria cepat, mudah, dan berbiaya murah serta mengikuti pedoman teknis ruang isolasi. Ruang Isolasi ini berbasis struktur modul kontainer 20 kaki. Ruang isolasi portabel ini nantinya akan dikembangkan dengan aspek teknis eksterior dan interior dan aspek teknis prasarana (HEPA filter, Antheroom, AC, Exhaust fan, pencahayaan).





Komentar tentang post