Darilaut – Cina meluncurkan Sistem Peramalan Aerosol-Meteorologi Global berbasis Kecerdasan Buatan (AI-GAMFS) pertama di dunia.
Dalam siaran pers China Meteorological/WMO menyebutkan sistem ini dioperasikan oleh Pusat Meteorologi Nasional (NMC) Administrasi Meteorologi Tiongkok (CMA), dan departemen meteorologi di lebih dari 10 provinsi.
Hasil peramalan (Forecasting) mencakup 54 variabel, meliputi sifat optik, konsentrasi permukaan, dan unsur meteorologi terkait dari 5 komponen aerosol utama, termasuk debu, sulfat, karbon hitam, karbon organik, dan garam laut.
Pada tanggal 5 Maret, tim peneliti yang dipimpin oleh para ahli dari Akademi Ilmu Meteorologi Tiongkok (CAMS) dari CMA, bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian domestik dan internasional, menerbitkan hasil AI-GAMFS pertama di dunia dalam jurnal akademik internasional Nature.
GUI Ke, anggota tim inti dan peneliti asosiasi di CAMS, menjelaskan bahwa pengembangan sistem dimulai pada Mei 2024.
Dilatih dengan data reanalisis aerosol global selama 42 tahun yang mencakup 120.000 waktu, sistem ini mampu menghasilkan prakiraan operasional yang mencakup periode 5 hari secara global dengan resolusi tiga jam dalam waktu kurang dari satu menit.
Sistem ini juga memiliki resolusi spasial 50 kilometer dan dapat menghasilkan 8 prakiraan bergulir per hari.




