Secara kumulatif area terbakar terluas di Papua Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur.

Jumlah titik panas Kebakaran per hari dalam setahun terbanyak di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua Selatan, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku Utara.
Data Nusantara Atlas menyebutkan Januari hingga Selasa (20/10) pagi, titik panas kebakaran sebanyak 1,146,209 dengan luas area yang terbakar 1,916,588 hektare.
Jika dibandingkan dengan tahun 2019 jumlah titik panas 885,037, sedangkan luas area yang terbakar 2,631,469 hektare.
Nusantara Atlas menyajikan dua statistik area terbakar yang saling melengkapi: luas area terbakar (burned extent) dan total luas area terbakar kumulatif (cumulative burned area). Total luas area terbakar kumulatif menghitung kejadian kebakaran berulang; artinya, area yang sama akan dihitung kembali jika terbakar pada tahun yang berbeda atau dalam beberapa kejadian terpisah.
Sebaran Asap Lintas Negara
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada 2026 telah melintasi batas negara dan memengaruhi sejumlah wilayah di Asia Tenggara. Hasil simulasi penyebaran partikel halus PM2.5 dari sumber kebakaran di Indonesia memungkinkan terbawa menuju wilayah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina dan Thailand.



