Copernicus Sentinel-2 terdiri dari dua satelit yang mengorbit secara polar dan ditempatkan pada orbit sinkron-matahari yang sama, dengan perbedaan fase sebesar 180°.
Misi ini bertujuan untuk memantau perubahan kondisi permukaan lahan. Satelit-satelit ini memiliki lebar cakupan (swath width) yang luas (290 km) dan frekuensi kunjungan ulang (revisit time) yang tinggi. Kemampuan ini akan mendukung pemantauan perubahan di permukaan Bumi.
Analisis Badan Geologi
Analisis awal Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perluasan Gunung Anak Krakatau setelah erupsi menerus dengan luas 32.8 hektare.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan, berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut – barat – barat daya.
Hal ini sebagai akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus tanggal 4 – 6 September 2026.
“Badan Geologi menghitung penambahan luasan sebesar 32,8 ha,” ujar Rita, melalui akun X @badangeologi_.
Berdasarkan Citra Sentinel juga terdekteksi adanya “gumuk pulau kecil” di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau.



