“Melaksanakan isolasi diri secara mandiri (adalah) agar kemudian ini tidak menjadi permasalahan dan sumber penularan di tengah masyarakat,” katanya.
Perlu diketahui bahwa apabila hasil pemeriksaan tes cepat negatif maka hal tersebut tidaklah menjadi jaminan bahwa yang bersangkutan tidak sedang sakit. Apabila dalam screening awal hasilnya negatif maka hal itu dimaknai bahwa kemungkinan memang belum adanya kemunculan antibodi dari tubuh seseorang yang sudah terinfeksi virus.
Menurut Yurianto, untuk membentuk antibodi dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 6 sampai 7 hari dan baru setelah itu baru bisa diukur, kemudian dapat dikatakan bahwa ini positif atau bukan. Ini sebabnya (pemeriksaan awal) ini harus dilakukan.
Idealnya Dilakukan Dua Kali
Tes Cepat, idealnya dilakukan dua kali. Jangka waktu tes cepat tujuh hari dari uji pertama. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak menderita covid-19 yang menyerang paru-paru.
“Kalau hasil pertama negatif, harus diulang tujuh hari kemudian untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar tidak menderita Covid-19,” kata Yurianto.
Sebagaimana diketahui bahwa peralatan tes cepat itu sendiri sudah disebar pemerintah pusat ke pemerintah-pemerintah daerah di Tanah Air.
“Jumlahnya ada sekitar satu juta alat. Pemerintah daerahlah yang mengatur bagaimana penggunaannya,” ujar Yurianto.





Komentar tentang post