Ketua Tim Ventilator UI yang juga Ketua Program Studi Teknik Biomedik FTUI, Dr Basari mengatakan, saat ini di Indonesia ada sekitar 70-an distributor ventilator yang dapat memasok 231 jenis/tipe Ventilator Impor.
Menurut Basari, dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, terjadi keterbatasan stok ventilator impor. Sementara belum ada ventilator lokal produksi asli Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam mengatakan, dalam praktiknya ada 2 tipe ventilator yaitu ventilator yang digunakan di ruang ICU dengan mode lengkap dan ventilator transport biasanya hanya 1 mode dan bisa digunakan dalam kondisi emergency. Tim ini fokus pada Ventilator Transport, karena ketersediaan sparepart lokal lebih banyak. Kemudian, PDP dan pasien positif Covid-19 yang mengalami gagal nafas, membutuhkan ventilator transport untuk perjalanan dari rumah ke rumah sakit, serta mode ventilasi yang dapat diatur.
Menurut Dekan FTUI Dr Hendri DS Budiono, biaya pembuatan Covent-20 lebih rendah bila dibandingkan dengan tipe ventilator transport komersial yang tersedia saat ini. Covent-20 juga memiliki ventilasi multimode, hemat energi dengan baterai lithium-ion. Memiliki bentuknya ringkas dan sederhana, pengoperasian yang mudah, serta menggunakan filter bakteri sehingga aman digunakan baik untuk PDP dan maupun pasien positif Covid-19.*





Komentar tentang post