Kelompok rentan lebih mudah terkena penyakit akibat sengatan panas. Gejalanya meliputi pusing, sakit kepala, mual, sesak napas, atau kebingungan. ”Pada kasus yang parah, pasien dapat mengalami kejang atau kehilangan kesadaran, yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera didinginkan dan diresusitasi,” ujar juru bicara CHP.
Masyarakat harus mengambil tindakan pencegahan sebagai berikut:
• Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi;
• Kenakan pakaian berwarna terang, longgar, dan menyerap keringat untuk meminimalkan penyerapan panas dan memperlancar keringat serta pembuangan panas;
• Jaga ventilasi ruangan tetap baik, misalnya dengan membuka jendela;
• Hindari olahraga berat dan aktivitas yang berkepanjangan seperti mendaki atau trekking;
• Atur aktivitas luar ruangan di pagi atau sore hari, jika memungkinkan, dan bawalah air putih yang cukup; dan
• Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, serta minuman beralkohol, yang dapat mempercepat kehilangan cairan melalui sistem kemih.




