Cuaca Terik dan Potensi Hujan Masih Mewarnai Sejumlah Wilayah di Indonesia

Ilustrasi pertumbuhan awan hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Selama periode mudik dan lebaran 2026, cuaca terik dan potensi hujan masih mewarnai sejumlah wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kondisi cuaca terik terpantau di beberapa wilayah Indonesia, yaitu di Jawa Timur mencapai 35,0°C, Jawa Barat 37,2°C, Kalimantan 36,4°C, dan Banten 36,2°C.

Kondisi suhu tinggi ini terjadi seiring dengan distribusi hujan yang cenderung bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga beberapa wilayah lain mengalami tutupan awan yang lebih sedikit dan penerimaan radiasi matahari yang lebih optimal, kata BMKG.

Hal ini ditandai oleh anomali OLR positif yang menunjukkan pertumbuhan awan relatif minim. Selain itu, gerak semu tahunan matahari yang semakin mendekati wilayah ekuator juga turut berkontribusi terhadap peningkatan pemanasan permukaan, sehingga pada siang hari cuaca terasa lebih terik di sejumlah wilayah.

Potensi Hujan 17 – 20 Maret 2026

Menurut BMKG cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Angin Kencang di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Periode 21 – 23 Maret 2026

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Sebelumnya, selama periode 12–15 Maret 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi terpantau di Sulawesi Tengah sebesar 90 mm/hari, Aceh 85,0 mm/hari, Sumatra Utara 84,2 mm/hari, Papua Selatan 82,9 mm/hari, Kalimantan Utara 78,8 mm/hari, dan Jawa Timur 68,0 mm/hari.

Masih tingginya intensitas hujan pada periode tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial, terutama Rossby Ekuatorial dan Kelvin, yang aktif di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Kondisi ini meningkatkan konvektivitas atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan.

Selain itu, kata BMKG, pola perlambatan angin yang terpantau di sekitar Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Sulawesi bagian selatan turut memperkuat proses pengangkatan massa udara, sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Exit mobile version