“Alat-alat ini berperan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan terutama saat take off dan landing ataupun ataupun selama berada di jalur penerbangan. BMKG mendukung navigasi khususnya untuk memberikan informasi cuaca secara realtime ataupun secara prediktif 6 jam sebelum terbang,” ujarnya.
Dwikorita juga mengunjungi JATSC (Jakarta Air Traffic Service Centre) yang berlokasi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Berbagai informasi cuaca penerbangan hasil pengamatan BMKG disajikan melalui sejumlah alat display di tower ATC (Air Traffic Controller).
Data dari peralatan pengamatan BMKG berfungsi untuk membantu pengaturan lalu lintas udara dengan melihat data pergerakan pesawat yang disandingkan dengan radar dan satelit cuaca yang sudah diperbarui.
Data BMKG juga berguna untuk membantu efisiensi holding maupun takeoff atau landing.
Menurut Dwikorita setiap penerbangan harus selalu memperhatikan faktor alam termasuk meteorologi. BMKG pun dituntut untuk menghasilkan data dan informasi yang tidak hanya detail, namun juga cepat, tepat, dan akurat.





Komentar tentang post