Darilaut – Sejumlah pengunjung tidak menjadikan destinasi wisata ikan hiu paus di perairan Botubarani Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sebagai tujuan utama. Apalagi bagi wisatawan mancanegara.
Peneliti yang juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Sri Fitriani Monoarfa, Jumat (4/6), mengatakan pengunjung yang datang ke wisata ikan hiu paus Desa Botubarani tidak semua menjadikannya sebagai tujuan utama.
Menurut Fitriani pengunjung yang tidak menjadikan wisata ikan hiu paus Botubarani sebagai destinasi utama biasanya memiliki tujuan lain. Seperti urusan pekerjaan, bertemu keluarga, atau mengunjungi tempat liburan lainnya.
Hasil penelitian Fitriani telah dipublikasi dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12 (3) Desember 2020, bersama Fredinan Yulianda, Taryono dan Achmad Fahrudin dari Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB University.
Penelitian ini dengan judul “Nilai Ekonomi Wisata Ikan Hiu Paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.”
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisatawan domestik sebesar 57% responden menjadikan wisata ikan hiu paus Botubarani sebagai destinasi utama yang akan dikunjungi dalam perjalanan wisatanya.
Berbeda dengan wisatawan domestik, menurut hasil penelitian, sebesar 61% responden wisatawan mancanegara menjawab tidak menjadikan wisata ikan hiu paus Botubarani sebagai wisata utamanya.
Hal ini disebabkan karena wisatawan mancanegara menjadikan Gorontalo sebagai transit dari perjalanan mereka dan mendapatkan informasi mengenai wisata ini ketika tiba di Gorontalo.
Fitriani sebagai penulis pertama dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa walaupun bukan menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara, tetapi berdasarkan hasil wawancara pengalaman wisata yang dirasakan adalah positif, begitu pula dengan wisatawan domestik.
Penelitian ini berlangsung sebelum pandemi Covid-19, bulan April sampai November 2019.
Karakteristik pengunjung Wisata Ikan Hiu Paus Desa Botubarani sesuai dengan asal kedatangan terbagi menjadi dua, yakni wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
Pengunjung yang datang ke wisata ikan hiu paus Desa Botubarani paling banyak adalah wisatawan domestik, yakni sebesar 77% responden.
Sebanyak 26% responden dari dalam Provinsi Gorontalo dan 51% responden dari luar Provinsi Gorontalo. Adapun wisatawan mancanegara sendiri sebesar 23% responden.
Wisata ikan hiu paus Botubarani merupakan wisata yang cocok untuk semua kalangan. Hal ini, dapat dilihat persentase kedatangan wisatawan yang datang baik laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh, wisatawan laki-laki sebanyak 55% responden dan perempuan sebanyak 45% responden.
Berdasarkan penelitian ini nilai ekonomi wisata ikan hiu paus Desa Botubarani sebesar Rp7.894.602.230,00/bulan puncak kemunculan. Bulan kemunculan pada bulan Mei, Juni, dan Juli.
Nilai ekonomi yang telah dihitung dapat menjadi landasan pembuatan kebijakan terlebih untuk menentukan biaya masuk wisata ikan hiu paus sehingga pengelolaan wisata ikan hiu paus dapat berjalan secara optimal dan efektif.
Destinasi wisata ikan hiu paus di Botubarani, Teluk Tomini, tentunya sangat memengaruhi perekonomian masyarakat sekitar. Wisata ikan hiu paus dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah, terutama masyarakat lokal.
Sejak 2016 hingga Juni 2021, kemunculan hiu paus di perairan Botubarani banyak dikunjungi wisatawan domestik.
Di lokasi ini telah beberapa kali dilakukan kegiatan besih pantai dan bawah laut. Kegiatan utamanya adalah membersihkan atau mengangkat sampah plastik.
Berkaitan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia ke-47 pada 5 Juni dan Ulang Tahun Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (Japesda) ke-21, digelar kegiatan bersih pantai dan laut. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (6/6) pagi di Botubarani.
Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli pada Minggu sore juga melakukan kunjungan ke lokasi destinasi wisata hiu paus tersebut.
