Berbeda dengan wisatawan domestik, menurut hasil penelitian, sebesar 61% responden wisatawan mancanegara menjawab tidak menjadikan wisata ikan hiu paus Botubarani sebagai wisata utamanya.
Hal ini disebabkan karena wisatawan mancanegara menjadikan Gorontalo sebagai transit dari perjalanan mereka dan mendapatkan informasi mengenai wisata ini ketika tiba di Gorontalo.
Fitriani sebagai penulis pertama dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa walaupun bukan menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara, tetapi berdasarkan hasil wawancara pengalaman wisata yang dirasakan adalah positif, begitu pula dengan wisatawan domestik.
Penelitian ini berlangsung sebelum pandemi Covid-19, bulan April sampai November 2019.
Karakteristik pengunjung Wisata Ikan Hiu Paus Desa Botubarani sesuai dengan asal kedatangan terbagi menjadi dua, yakni wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
Pengunjung yang datang ke wisata ikan hiu paus Desa Botubarani paling banyak adalah wisatawan domestik, yakni sebesar 77% responden.
Sebanyak 26% responden dari dalam Provinsi Gorontalo dan 51% responden dari luar Provinsi Gorontalo. Adapun wisatawan mancanegara sendiri sebesar 23% responden.
Wisata ikan hiu paus Botubarani merupakan wisata yang cocok untuk semua kalangan. Hal ini, dapat dilihat persentase kedatangan wisatawan yang datang baik laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh, wisatawan laki-laki sebanyak 55% responden dan perempuan sebanyak 45% responden.





Komentar tentang post