Darilaut – Agenda Habibie Award tahun ini menjadi Habibie Prize. Nama Habibie Prize diberikan karena Pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) untuk mengakselarasi perhargaan ini ke tingkat Internasional di masa yang akan datang.
Habibie Prize tahun ini diadakan pada 10 November, sebagai rangkaian acara penutupan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) dan pembukaan Indonesian Innovation Expo 2020.
Penghargaan Habibie Prize (Habibie Award) akan diberikan kepada perseorangan atau badan yang dinilai aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan IPTEK yang baru (innovative) serta bermanfaat secara berarti (significant) bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan dan perdamaian.
Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro, mengharapkan Habibie Award dapat menjadi penghargaan tertinggi bagi para peneliti, perekayasa dan dosen yang berkontribusi besar di bidangnya.
Adanya Habibie Award dapat memperkaya kriteria dan atau jenis penghargaan, bagi para peneliti/periset dan perekayasa Indonesia.
Oleh sebab itu, kata Bambang, kita ingin jadikan penghargaan ini sebagai The Ultimate One. Anugerah tertinggi untuk peneliti, yang ke depannya diharapkan agar menjadi bergengsi seperti layaknya Nobel Prize.
Sejak tahun 1999, penyelenggaraan Habibie Award diselenggarakan oleh Yayasan SDM IPTEK. Sampai dengan Tahun 2019, telah di anugerahkan Habibie Awards kepada 66 orang penerima penghargaan tersebut.
Kemenristek/BRIN telah bersepakat dengan Yayasan SDM IPTEK, untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Habibie Award yang akan dimulai Tahun 2020. Serah terima ini dilakukan melalui telekonferensi menggunakan aplikasi daring.
Setelah penandatangan ini, selanjutnya, Habibie Award akan bernama Habibie Prize.
Dengan demikian, menurut Bambang, Habibie Prize tidak lagi hanya menjadi kegiatan Yayasan SDM IPTEK, tetapi akan menjadi agenda tahunan dari Kemenristek/BRIN, yang akan ditingkatkan menjadi penganugerahan SDM IPTEK ke level Internasional.
Habibie Prize terdiri dari lima kategori, yaitu Bidang Ilmu Dasar; Bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi; Bidang Ilmu Rekayasa; Bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik dan Hukum; Bidang Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan.
“Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenristek/BRIN telah mengangkat penghargaan ini ke tingkat lebih tinggi sehingga harapannya dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat,” kata Ilham Akbar Habibie.
