Rabu, Juni 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

DIY Rugi Rp 2 Miliar Akibat Gelombang Tinggi

redaksi
25 Juli 2018
Kategori : Berita
0
DIY Rugi Rp 2 Miliar Akibat Gelombang Tinggi

Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kerugian sedikitnya Rp 2 miliar akibat gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.

“Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir selatan DIY telah mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan kerugian ekonomi hingga Rp2 miliar,” kata Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Muh Aris Marfai, Selasa (24/7).

Dalam konferensi pers “Dampak Gelombang Tinggi Pesisir DIY” di kampus UGM, Aris mengatakan kerusakan cukup parah akibat gelombang tinggi terjadi di empat pantai di Gunungkidul. Masing-masing di Pantai Somandeng, Pantai Ngandong, Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.

Sebanyak 24 gazebo mengalami kerusakan, lima kapal dan 20 jaring hilang terseret arus.Gelombang tinggi juga menimbulkan kerusakan vegetasi di sekitar garis pantai. Seperti yang terjadi di Pantai Goa Cemara, Pantai Baru, serta Pantai Trisik.

“Di pantai-pantai ini mengalami abrasi yang cukup intensif 3 hingga 4 meter ke belakang pantai, sehingga vegetasinya mengalami kerusakan berat dan untuk merehabilitasinya membutuhkan biaya besar,” kata Aris seperti dikutip ugm.ac.id.

Aris menjelaskan hasil observasi lapangan dampak gelombang tinggi di sejumlah pantai di Kulon Progo, Bantul, serta Gunungkidul, bersama perwakilan dari BMKG Yogyakarta.

Dampak yang terjadi di beberapa pantai berbeda-beda, sesuai dengan tipe pesisirnya. Pantai yang berhadapan langsung ke laut, berpasir landai dan lurus akan mengalami dampak empasan gelombang yang lebih besar.

Berbeda dengan pantai yang memiliki tebing, pantai platform dan teluk. Begitu pula dengan pantai laguna dan pantai yang ditumbuhi mangrove bisa meredam empasan gelombang tinggi.

Dengan karaketristik pantai yang langsung menghadap ke laut, pantai-pantai di DIY akan selalu berpotensi menerima gelombang tinggi. Pada 2017 lalu, gelombang tinggi juga sudah menerjang kawasan pesisir selatan DIY.

Gelombang tinggi ini dapat mengakibatkan kerusakan signifikan di kawasan pesisir. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas secara intensif di sekitar bibir pantai. Pendirian bangunan maupun fasilitas publik diharapkan tidak berada dekat bibir pantai, minimal 100 meter dari garis pantai.

Masyarakat diharapkan terus memantau peringatan BMKG terkait aktivitas gelombang tinggi. Untuk tindakan mitigasi jangka panjang, bisa dilakukan dengan menaati penataan ruang pesisir, dan mengimplementasikan aturan sempadan pantai. Selain itu, meninjau ulang penataan ruang yang berbasis pada perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana.

Selasa (24/7) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini. Tinggi gelombang di sejumlah perairan laut dapat mencapai 6 sampai 9 meter pada Selasa (24/7) hingga Rabu (25/7) jam 07.00 WIB.

Tinggi gelombang 6 – 9 meter berpeluang terjadi di: Perairan Barat P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat, perairan selatan Jawa Tengah, perairan selatan Jawa Timur, Samudera Hindia Barat, Bengkulu hingga selatan perairan pulau Bali.

Kepala Sub Bidang Analisis dan Prediksi Meteorologi Maritim, Zairo Hendrawan dan Prakirawan Rismanto Effendi mengimbau nelayan di daerah bagian barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya, khususnya yang tercantum dalam daftar Peringatan Dini mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut.

Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan, waspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang waspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 1,5 meter. Kapal Ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter. Kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot, dengan ketinggian gelombang lebih dari 4 meter.*

Prakiraan tinggi gelombang berlaku Rabu (25/7) mulai jam 07.00 WIB sampai jam 19.00 WIB:

0.5 – 1.25 m (Slight Sea) :

Laut Natuna bagian utara, Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna, Laut Natuna, Perairan timur Kep. Bintan – Kep. Lingga, Perairan Kalimantan barat, Perairan utara Pangkal Pinang, Selat Karimata bagian utara, Perairan timur Lampung, Perairan utara Jawa hingga Kep. Kangean, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Laut Flores bagian barat, Teluk Bone bagian selatan, Perairan selatan Baubau, Perairan Kalimantan timur, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku bagian selatan, Perairan selatan Sulawesi utara, Perairan timur Bitung,Teluk Tomini selatan Gorontalo, Perairan utara Kep. Banggai – Kep. Sula, Teluk Tolo, Laut Seram, Perairan Fakfak – Kaimana, Perairan Amamapre –Agats, Perairan timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua barat dan Papua, Samudra Pasifik utara Papua barat dan Papua.

1.25 – 2.50 m (Moderate Sea) :

Selat Malaka bagian utara, Perairan timur P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan selatan Kupang, Selat Ombai, Laut timor selatan NTT, Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, Perairan timur Kep. Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Laut Flores bagian timur, Laut Banda, Perairan selatan Kep. Banggai – Kep. Sula, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera.

2.50 – 4.0 m (Rough Sea) :

Perairan barat Aceh, Selat Sunda bagian utara, Perairan selatan Flores, Laut Sawu, Perairan selatan P. Sawu – P. Rote.

4.0 – 6.0 m (Very Rough Sea) :

Perairan utara Sabang, Perairan utara Aceh, Perairan barat P. Simeulue, Perairan barat Kep. Nias – Kep. Mentawai, Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Banten, Perairan selatan Jawa, Perairan selatan P. Bali – P. Sumbawa, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan P. Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT.*

Tags: BMKGDIYUGM
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Dua Hari, Tinggi Gelombang Dapat Mencapai 6 sampai 9 Meter

Next Post

Gelombang Tinggi Kembali Merusak Fasilitas Wisata di DIY

Postingan Terkait

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

17 Juni 2026
2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

17 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Next Post
Gelombang Tinggi Kembali Merusak Fasilitas Wisata di DIY

Gelombang Tinggi Kembali Merusak Fasilitas Wisata di DIY

Komentar tentang post

TERBARU

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Super Khanun, Orang yang Tinggal di Okinawa Bersiap Menghadapi Angin Kencang

Belum Ada Kepastian Pemulangan Nelayan Filipina yang Hanyut di Gorontalo

Hujan dan Angin Kencang, Badai Nora Mendarat di Meksiko

Upacara HUT Kemerdekaan RI di Karang Unarang, Ambalat

Lebih Dari 90% Lautan Pernah Mengalami Kondisi Gelombang Panas

Menguak Sejarah Indonesia di Meksiko, Keterkaitan dengan Filipina Melalui Spanyol

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.