Darilaut – Sejumlah peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sedang mengembangkan aplikasi sistem deteksi dini hama dan penyakit tanaman jagung berbasis smartphone android.
Sistem Informasi Pertanian (SIP) ini dirancang menjadi “dokter digital” yang siap sedia di saku setiap petani.
Penelitian ini dipimpin dosen Fakultas Pertanian UNG Dr Mohamad Lihawa.
Sistem ini lahir dari kebutuhan mendesak petani akan alat bantu diagnosis yang cepat dan tepat.
Menggunakan metode software dengan prototipe, aplikasi ini dirancang sederhana dan intuitif. Petani tidak perlu lagi mengandalkan ingatan atau menunggu petugas.
Cara kerjanya pun sangat praktis, memanfaatkan fitur visual. Pengguna hanya perlu mengamati gejala fisik yang tampak pada tanaman jagung di lapangan.
Setelah itu, membuka aplikasi SIP, klik “mulai konsultasi”, lalu membandingkan dan memilih gambar gejala yang paling sesuai dengan hasil pengamatan mereka.
Aplikasi ini menyederhanakan tahapan diagnosis layaknya konsultasi cepat:
1. Mulai Aplikasi: Pengguna menjalankan aplikasi SIP 2020 yang telah terinstal di handphone atau tablet android.
2. Menu Utama: Aplikasi menampilkan menu utama yang jelas.
3. Konsultasi Visual: Pengguna mengklik tombol mulai konsultasi agar sistem berpindah ke Form deteksi/konsultasi. Pada form ini terdapat gambar dan pengguna dapat memilih jawaban Ya atau Tidak. Apabila jawabannya Ya, maka gambar hasil pengamatan sesuai dengan gambar yang tampil pada sistem.




