Dr Ferry Liando: Sebagus Apa Pun Berita Belum Tentu Orang Akan Percaya

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Internews dan USAID MEDIA menggelar kegiatan Public Hearing on Trustworthy News Indicators, pada Sabtu (9/12) di Manado. FOTO: AMSI SULUT

Darilaut – Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Ferry D. Liando, mengatakan, sebagus apapun berita yang kita tulis belum tentu orang-orang akan percaya. Aspek sosiologis masyarakat akan dipertimbangkan, karena ada dua hal dalam membangun kepercayaan, siapa yang membangun kepercayaan dan siapa yang diajak percaya.

Menurut Ferry, kebenaran saat ini didasari kepentingan, di mana polarisasi masyarakat sudah menyatu pada sebuah kepentingan.

“Kini bukan sekadar 5W + 1H terpenuhi, percaya tidak percaya tergantung siapa yang membaca, siapa yang membaca tergantung dari kepentingan dari si pembaca,” ujar Ferry dalam kegiatan kegiatan Public Hearing on Trustworthy News Indicators, di Manado, Sabtu (9/12).

“Contoh Anda menyampaikan kebenaran dari salah satu capres/cawapres belum tentu dipercaya, ini tantangan karena tergantung dari kepentingan.”

Sehebat apapun membangun kepercayaan, kata Ferry, ”belum tentu ditanggapi oleh pembaca, karena sudah ada kepentingan.”

Menurut Ferry, untuk menguji independensi suatu media harus melalui pemilu (pemilihan umum).

Di masa sekarang ini, kata Ferry, tantangan berat adalah membangun kepercayaan antara masyarakat dan jurnalis.

“Saya berulangkali menyampaikan dalam beberapa pertemuan jika ingin melihat media itu independen atau bukan, harus dilihat dari pemilu,” ujar Ferry, di situ akan terlihat apakah mereka memang independen atau memang ada kepentingan.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan dukungan Internews dan USAID MEDIA menggelar kegiatan Public Hearing on Trustworthy News Indicators, di Manado.

Selain agenda public hearing trustworthy news indicator di Sulawesi Utara, dua kegiatan public hearing selanjutnya akan dilaksanakan di Kalimantan pada 20 Desember, selanjutnya di Jawa Tengah Januari/Februari.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Sulawesi Utara Evan Steven Liow mewakili pemerintah provinsi hadir memberikan kata pembuka.

Steven liauw mengapresiasi AMSI dalam meningkatkan media yang berkompeten dan dapat dipercaya.

“Kita membutuhkan media yang bertanggung jawab dan kiranya apa yang dilakukan hari ini oleh AMSI Sulut akan memberikan warna yang baik serta hasil yang diharapkan dan siapapun yang terpilih menjadi ketua kiranya bisa berkarya terus,” ujarnya.

Apresiasi tinggi terhadap upaya AMSI untuk terus meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap media disampaikan Program Manager Internews Indonesia, Firmansyah Syamsi dalam sambutannya secara daring.

“Kami mendukung upaya AMSI dalam program Trustworthy News indicator, sebagai upaya yang terus dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap media,” kata Firmansyah.

Kegiatan ini, kata Firman, bertujuan mengajak media anggota AMSI untuk bergabung menjadi media yang terpercaya.

Target public hearing ini bisa menjangkau lebih dari 100 media yang diharapkan nantinya bisa mengadopsi Trustworthy News Indicators yang telah dirumuskan. Semoga kedepannya akan bertambah lagi media-media terpercaya, ujarnya.

Trustworthy News Indicators (Keterpercayaan terhadap Media) telah diadopsi sebanyak 31 media anggota AMSI di seluruh Indonesia, ditandai dengan pemasangan logo “trusted” pada website media, kata Wakil Ketua Umum AMSI, sekaligus tim perumus Trustworthy News Indicator AMSI, Upi Asmaradhana.

“Setelah 31 media berkomitmen mengadopsi 11 indikator keterpercayaan terhadap media 6 Juli 2023 yang lalu. Diharapkan dengan 3 kali rangkaian pelaksanaan public hearing ini ke depannya akan dihasilkan banyak lagi media yang berkompeten dan terpercaya,” kata Upi.

Diskusi Public Hearing on Trustworthy News Indicators dimoderatori Pemimpin Redaksi Beritamanado.com Finda Muhtar.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana, Ketua Bawaslu Sulawesi Utara Ardiles Mewoh, dan akademisi Unsrat Manado Ferry Liando.

Exit mobile version