Ketika mahasiswa berinteraksi dengan peneliti muda dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, mereka belajar bahwa penelitian bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan dikomunikasikan dan ditempatkan dalam percakapan akademik yang lebih luas, kata Zulkifli.
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG Prof. Nonny Basalama, Ph.D, mengatakan, FSB terus mendorong internasionalisasi Tridarma Perguruan Tinggi dan kegiatan kemahasiswaan. Prestasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dilakukan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga harus dirasakan langsung oleh mahasiswa melalui pengalaman riset, pembelajaran, jejaring, dan kompetisi di tingkat global.
“Kami ingin mahasiswa FSB memiliki pengalaman akademik yang melampaui ruang kelas. Karena itu, kesempatan untuk mengikuti program riset, konferensi, kompetisi, maupun kegiatan kemahasiswaan internasional akan terus kami dorong,” ujarnya.



