Lamun Melindungi Integritas Ekosistem Laut

Lamun memiliki peran global yang signifikan dalam mendukung ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, memperkaya keanekaragaman hayati, memurnikan air, melindungi garis pantai, dan mengendalikan penyakit. FOTO: Benjamin L. Jones/Unsplash/PBB

Darilaut – Padang lamun hanya mencakup 0,1% di dasar laut, akan tetapi dapat menyimpan 18% karbon dunia.

Lamun membentuk padang rumput bawah air, menciptakan habitat yang kompleks, sangat produktif, dan kaya secara biologis.

Hari Lamun Sedunia (World Seagrass Day) diperingati setiap tanggal 1 Maret. Lamun merupakan tumbuhan berbunga laut yang banyak ditemukan di perairan dangkal di berbagai belahan dunia, mulai dari daerah tropis hingga Lingkaran Arktik.

Hanya mencakup 0,1% dari dasar laut, padang lamun ini menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi ribuan spesies ikan, kuda laut, penyu, dan lain-lain serta menopang beberapa perikanan terbesar di dunia.

Padang lamun meningkatkan kualitas air dengan menyaring, mendaur ulang dan menyimpan nutrisi dan polutan, sehingga mengurangi kontaminasi pada makanan laut.

Lamun adalah penyerap karbon yang sangat efisien, dapat menyimpan hingga 18% karbon lautan dunia, menjadikannya solusi berbasis alam yang ampuh untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Karena berperan dalam menahan pengasaman laut, maka berkontribusi terhadap ketahanan ekosistem dan spesies yang paling rentan, seperti terumbu karang.

Bagi masyarakat pesisir, lamun bertindak sebagai garis pertahanan pertama di sepanjang pantai dengan mengurangi energi gelombang, melindungi masyarakat dari meningkatnya risiko banjir dan badai.

Dalam siaran pers PBB, meskipun mempunyai kontribusi penting terhadap pembangunan berkelanjutan serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, komponen inti keanekaragaman hayati laut ini berada dalam bahaya.

Saat ini hanya sekitar seperempat dari seluruh padang rumput yang berada dalam kawasan perlindungan laut.

Jumlah lamun telah menurun secara global sejak tahun 1930an, dengan sensus terbaru memperkirakan bahwa 7% habitat laut utama ini hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Baru-baru ini tercatat bahwa 21% spesies lamun dikategorikan sebagai Spesies Hampir Terancam, Rentan, dan Terancam Punah berdasarkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah dari Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species).

Gabungan tekanan pembangunan pesisir, polusi, termasuk limpasan air dari daratan, perubahan iklim, pengerukan, serta aktivitas penangkapan ikan dan perahu yang tidak diatur sebagai pendorong utama degradasi lamun dan ekosistem yang terkait dengannya.

Perlindungan

Meskipun terdapat tren umum hilangnya lamun secara global, beberapa wilayah telah menunjukkan penurunan atau pemulihan lamun secara substansial.

Pemulihan ini sering kali dapat dikaitkan dengan intervensi manusia yang mengurangi dampak pemicu stres yang disebabkan oleh manusia.

Lamun sangat penting bagi kehidupan di bawah air, namun juga memberikan manfaat luas bagi manusia di darat.

Meningkatkan kesadaran akan pentingnya hal ini bagi kesejahteraan masyarakat, baik melalui ketahanan pangan dari produksi ikan, peningkatan kualitas air yang disaring oleh lamun, perlindungan pantai dari erosi, badai dan banjir.

Selain itu, penyerapan dan penyimpanan karbon akan mendorong upaya di seluruh dunia untuk melakukan konservasi, mengelola dan memulihkan ekosistem ini dengan lebih baik.

Pada akhirnya, perlindungan dan restorasi padang lamun akan membantu negara-negara mencapai berbagai tujuan ekonomi, sosial dan nutrisi, selaras dan didukung oleh kebijakan yang diterapkan di tingkat nasional, regional atau global. Misalnya:

• Manfaat dari konservasi dan restorasi padang lamun juga dapat membantu negara-negara mencapai 26 target dan indikator yang terkait dengan sepuluh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan  (Sustainable Development Goals).

• Mengingat kapasitas untuk penyimpanan dan penyerapan karbon, memasukkan ekosistem lamun ke dalam kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) dapat membantu negara-negara mencapai target mereka berdasarkan Perjanjian Paris dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

• Dimasukkannya ekosistem lamun ke dalam kerangka keanekaragaman hayati global pasca tahun 2020 dan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) juga penting untuk melindungi integritas ekosistem laut dan keanekaragaman hayati.

• Restorasi lamun juga memberikan peluang bagi negara-negara untuk mencapai komitmen yang dibuat pada Dekade Restorasi Ekosistem PBB.

Ikut terlibat dalam pengelolaan lamun, konservasi dan restorasi harus menjadi komponen penting dalam strategi ekonomi biru berkelanjutan di masa depan.

Proyek-proyek tersebut sudah berjalan di berbagai negara, dan beberapa bahkan telah dipilih sebagai inisiatif Utama Restorasi Dunia.

Dipilih sebagai contoh terbaik restorasi ekosistem skala besar dan jangka panjang, proyek-proyek ini mewujudkan 10 prinsip restorasi Dekade Restorasi Ekosistem PBB.

Exit mobile version