Peran saat ini tidak hanya turut menjamin keselamatan navigasi pelayaran, akan tetapi juga memberikan kontribusi bagi kepentingan strategis lainnya.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah 5,8 juta km2, memiliki wilayah perairan dengan mega biodiversitas yang belum tereksploitasi secara optimal, sehingga masih diperlukan adanya penelitian dan kajian yang mendalam tentang berbagai potensi dan fenomena kelautan yang terkandung di dalamnya.
Ekspedisi ini akan dilaksanakan hingga bulan Oktober 2021 mendatang dengan menggunakan KRI Spica-934, kapal survei TNI AL di bawah komando dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama.
Kasal menekankan kepada para anggota ekspedisi Aurora untuk mengutamakan keselamatan, serta mempertahankan kesiapan kondisi teknis Alutsista secara optimal melalui purba jaga, dan selalu memperhatikan kondisi alam dan cuaca yang sulit diprediksi.
“Utamakan keamanan personel dan keselamatan material, pegang teguh prinsip “zero accident”, serta laksanakan manajemen resiko di tiap-tiap bagian dengan baik dan terencana,” katanya.
Pada kesempatan ini Kasal didampingi Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr Agung Prasetiawan, Asisten Kasal, Pangkotama TNI AL, Deputi Pusat Teknologi Sumber Daya Alam BPPT Yudi Anantasena, dan Deputi Meteorology BMKG Guswanto, serta guru besar IPB Prof Hendry M. Manik.





Komentar tentang post