Ekspor Produk Perikanan Dominasi Muatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai

BKIPM Denpasar

Kepala BKIPM Denpasar, Anwar. FOTO: DARILAUT.ID

Denpasar – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Pengawasan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Denpasar, Anwar mengatakan, ekspor produk perikanan mendominasi muatan pesawat udara dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

“Jumlah kargo produk perikanan ini sebanyak 64 persen untuk tujuan ekspor,” kata Anwar.

Dengan banyaknya produk perikanan ini, menurut Anwar, perlu mendapatkan penanganan serius agar pengelolaan dilakukan lebih baik. Karena ketepatan penanganan, akan menjamin kualitas atau mutu hasil perikanan.

Selain itu, penggunaan jalur udara berpotensi dalam penyelundupan barang secara ilegal. Seperti penyelundupan benih lobster. Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan berkat upaya berbagai pihak.

PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandar udara, tidak dapat bekerja sendirian dalam melakukan tugasnya dalam pengawasan lalu lintas distribusi barang dan logistik di bandar udara. Dalam menjalankan pengawasan lalu lintas distribusi hasil perikanan melalui bandar udara, manajemen bandar udara bekerja sama dengan BKIPM Denpasar.

Bertempat di Balai KIPM Denpasar, pada Jum’at (5/4), dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara dua institusi tersebut, untuk memperbaharui perjanjian kerja sama yang berlaku selama dua tahun.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Nomor 866/BKIPM/II/2019 dan SP.32/HK.09.01/2019/DU yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 14 Februari 2019 silam di Jakarta.

Tujuan dari MoU tersebut adalah untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui Bandar udara di wilayah PT Angkasa Pura I (Persero) sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Menurut General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, sinergi dengan instansi anggota komunitas bandar udara mutlak diperlukan, salah satunya adalah dengan BKIPM Denpasar, selaku lembaga yang diberi mandat oleh undang-undang untuk menjalankan fungsinya dalam pengawasan lalu lintas pegerakan hasi perikanan di bandar udara.

Ruang lingkup kerja sama kedua institusi akan mencakup pemanfaatan x-ray scanner dalam pemeriksaan barang logistik, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, serta pemanfaatan akses CCTV dalam fungsi pengawasan.

Haruman mengatakan, selama ini, kerja sama antara kedua belah pihak telah terbina dengan baik. Dalam periode tahun 2017 hingga triwulan 1 tahun 2019, unit Airport Security Department Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster dengan jumlah total 129 kantong, 2 kardus dan 1 tas koper. Hal ini tentunya masih dapat ditingkatkan lagi, melalui peningkatan sinergi dan kerja sama.

“Kami dari pihak BKIPM merasakan betul manfaat daripada hasil kerjasama ini. Kami merasakan suatu output diluar ekspektasi kami selama 2 tahun ini,” ujar Anwar.

Selama triwulan pertama 2019, telah terdapat tiga kasus upaya penyelundupan benih lobster keluar dari Bali, yang semuanya berhasil digagalkan. Dalam tiga kasus tersebut, personel Aviation Security bandar udara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan masing-masing 15, 38 dan 16 kantong berisi benih lobster.

Upaya penyelundupan yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2019 merupakan yang terbesar dalam dua tahun terakhir, dengan 38 kantong benih lobster yang hendak diselundupkan.*

Exit mobile version