Darilaut – Gempa bumi magnitudo (M)6,7 di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) lalu membentuk bendung alami.
Di sektor mitigasi risiko tersebut, tim gabungan melakukan pembukaan bendung alami yang terbentuk akibat gempa bumi di kawasan Gunung Nokilalaki yang mengarah ke Sungai Kamarora.
Kegiatan dilakukan menggunakan jet water untuk membuka material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai.
Langkah ini bertujuan mengurangi penumpukan air dan meminimalkan potensi ancaman banjir bandang maupun aliran material saat terjadi hujan, sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat melihat langsung lokasi terdampak pada Jumat (19/6).
“Masalah potensi banjir bandang, itu jangan dilupakan. Kalau kemudian hujan lalu air tertahan oleh material longsoran di atas, kemudian bisa terjadi banjir bandang nanti muncul korban baru,” kata Suharyanto.
“Kita sudah sepakat akan dibersihkan material longsornya menggunakan pompa alkon dan peralatan lainnya. BNPB nanti akan bantu operasionalnya.”
Hari ini Rabu (24/6), perbaikan infrastruktur darurat berupa pemasangan bronjong dan perbaikan jaringan air bersih di Kecamatan Nokilalaki juga mulai dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari PUM Sulawesi Tengah.
Penanganan dampak gempa bumi, masih terus dilakukan BPBD setempat, BNPB dan tim gabungan.




