Kombinasi ini menunjukkan peristiwa iklim yang luar biasa kuat yang terjadi di planet yang sudah jauh lebih hangat karena emisi gas rumah kaca.
“El Niño sedang berkembang pesat di depan mata kita,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam siaran pers UN News pada hari Kamis (3/9).
“Ilmu pengetahuan tidak menyisakan ruang untuk keraguan: planet ini berada di perairan yang belum dipetakan, dan perairan itu memanas.”
El Niño adalah pola iklim alami yang biasanya berkembang setiap dua hingga tujuh tahun, ketika perairan di Pasifik khatulistiwa tengah dan timur menjadi sangat hangat. Pemanasan itu dapat mengubah sirkulasi atmosfer ribuan mil jauhnya, menggeser pola curah hujan dan suhu di mana-mana.
Tetapi El Niño ini berkembang dengan latar belakang yang tidak biasa. Samudra sudah sangat hangat, menyediakan dasar yang lebih panas di mana siklus iklim alami berlangsung.
Para ilmuwan belum menetapkan bahwa perubahan iklim buatan manusia meningkatkan atau mengintensifkan El Niño. Tetapi atmosfer dan samudra yang lebih hangat dapat memperkuat beberapa konsekuensinya, meningkatkan panas dan kelembapan yang tersedia untuk memicu cuaca ekstrem.
Pengukuran terbaru menunjukkan seberapa cepat peristiwa saat ini berkembang.
Indeks Niño 3.4, ukuran suhu laut yang dipantau ketat di Pasifik tropis tengah, rata-rata 1,5°C di atas normal dari Mei hingga Juli.




