Darilaut – Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih dipengaruhi oleh El Niño dengan intensitas sangat kuat, di akhir September hingga awal Oktober 2026.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hal ini tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang berada di angka -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +2,63.
Pada saat yang sama, nilai rata-rata mingguan Dipole Mode Index (DMI) sebesar +0,935 menunjukkan kecenderungan berkurangnya suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat.
Akibatnya, kata BMKG, curah hujan pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026 secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm per dasarian.
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan curah hujan kategori rendah berpotensi mendominasi sebagian Sumatera bagian tengah hingga selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.
Sebelumnya, kondisi atmosfer di Indonesia pada akhir September 2026 masih menunjukkan variasi yang cukup besar antar wilayah. Di satu sisi, kondisi kering cukup dominan di sejumlah wilayah, yang ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori sangat panjang hingga ekstrem.




