Darilaut – Ahli kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Rignolda Djamaluddin, mengatakan, beberapa spesies penyu mendarat dan bertelur di pantai Bitung Karang Ria, Manado Utara, Kota Manado, Sulawesi Utara, pertengahan Mei 2025.
Penyu yang terindentifikasi jenis Chelonia mydas (penyu hijau) dan Dermochelys coriacea (penyu belimbing) yang dilindungi di Indonesia dan internasional tersebut, bertelur di lokasi yang akan di reklamasi di pantai Manado Utara.
”Bukan baru kali ini laporan lokasi pantai Manado Utara sebagai tempat peneluran penyu,” ujar Prof. Rignolda, Jumat (23/5).
“Info keberadaan penyu di wilayah konsesi reklamasi ini tidak dilaporkan, padahal pada Februari 2019 pendaratan penyu untuk bertelur di tempat ini sudah teramati.”
Pada Sabtu (17/5), penyu masih mendarat dan bertelur di pantai Bitung Karang Ria Manado Utara. Sebelumnya, dilaporkan proses pendaratan penyu ini pertama terlihat pada 15 mei 2025, dan masih terus berlangsung.
Prof. Rignolda mengingatkan peraturan yang telah menetapkan seluruh spesies penyu di Indonesia termasuk satwa yang dilindungi. Sementara di lokasi tempat peneluran penyu akan direklamasi.
Untuk diketahui, kata Prof. Rignolda, 90 ha perairan pantai di Manado Utara termasuk yang ada di Bitung Karangria telah diberikan persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sejak tahun 2022 dan juga izin pelaksanaan reklamasi.




