“Dampak El Niño bervariasi antarwilayah, bahkan sering kali berbeda di dalam wilayah yang sama, serta berubah dari satu musim ke musim lainnya. Kondisi lingkungan yang ada, siklus curah hujan musiman, dan faktor pendorong iklim lainnya turut menentukan dampaknya,” ujar Kepala Bagian Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, seperti dikutip dari WMO.
WMO beserta jaringan globalnya yang terdiri dari 193 Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional (NMHS) dan Pusat Iklim Regional bekerja sama untuk menjaga ketahanan pangan serta mata pencaharian di sektor pertanian dan perikanan melalui penyediaan prakiraan musiman yang kredibel dan prakiraan tingkat nasional.
Upaya ini menerjemahkan sains iklim ke dalam informasi praktis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, organisasi kemanusiaan, pelaku bisnis, dan masyarakat—seperti petani yang menentukan waktu tanam, lembaga kemanusiaan yang menyiapkan bantuan darurat, atau pemerintah yang merencanakan pengelolaan air.




