BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot).
Meski demikian, kondisi kering yang mendominasi tidak menutup peluang terjadinya hujan di beberapa wilayah.
Pada periode 17-19 Agustus 2026, curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di Sumatera Barat (159 mm/hari), Banten (131 mm/hari), Sumatera Utara (110 mm/hari), Riau (109 mm/hari), Bengkulu (127 mm/hari), Aceh (69 mm/hari), serta di Jawa Barat (77 mm/hari).
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer regional dan faktor lokal. Aktivitas Madden Julian-Oscillation (MJO) secara spasial terdeteksi melintasi sebagian besar Sumatra.
Gelombang Kelvin dan Mixed-Rossby-Gravity (MRG) juga aktif di sebagian Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu, adanya belokan dan pertemuan angin serta suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat Sumatra turut meningkatkan suplai uap air dan memicu pertumbuhan awan hujan.
Lebih jauh lagi, faktor lokal seperti pemanasan permukaan, pengaruh topografi, serta interaksi angin darat-laut juga memperkuat proses pengangkatan massa udara dan memicu pembentukan awan hujan secara lokal.




