Jaringan global Climate Impact Lab —terdiri dari para ekonom, ilmuwan iklim, insinyur data, dan analis risiko—sedang mengidentifikasi lokasi yang paling membutuhkan adaptasi iklim serta jenis investasi adaptasi apa yang akan memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.
Greenstone mengatakan angka ini begitu besar sehingga terasa mencengangkan. Namun di baliknya terdapat orang tua dan anak-anak, kakek-nenek dan tetangga, serta orang-orang yang pergi bekerja, merawat keluarga, dan menjalani kehidupan mereka.
“Laporan ini memungkinkan para pengambil keputusan untuk melihat secara tepat di mana tindakan darurat dapat segera dilakukan guna menyelamatkan puluhan ribu nyawa dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Prediksi 451.000 kematian yang akan terjadi hanya dalam sembilan bulan pertama (Juni-Februari) masa El Niño ini jumlahnya sekitar 65 kali lipat lebih besar dibandingkan 6.800 orang yang diperkirakan tewas atau hilang akibat banjir bandang baru-baru ini di Nepal.
Kematian akibat panas yang dipicu El Niño ini akan terkonsentrasi secara masif di wilayah Global South (negara-negara berkembang). Hanya dalam enam bulan ke depan, laporan tersebut memproyeksikan tambahan 66.800 kematian di wilayah Sahel, Afrika, dengan hampir separuh dari jumlah tersebut terjadi di Nigeria (31.400 jiwa).



