Laporan ini melengkapi Pembaruan El Niño/La Niña WMO yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali.
“El Niño telah terbentuk dengan kuat dan sedang menguat dengan pesat,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, pada Kamis (8/10).
“Prakiraan WMO menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen bahwa fenomena ini akan bertahan hingga Februari 2027, dan berpotensi menjadi salah satu peristiwa terkuat setidaknya sejak tahun 1950.”
Angka kepastian yang hampir mutlak tersebut bukan berasal dari satu model saja. Angka itu merupakan konsensus dari tiga belas pusat kajian nasional dan internasional—mulai dari Washington, Tokyo, London, hingga Pune—yang dibangun berdasarkan pertukaran data real-time dari pelampung laut (buoy), satelit, dan radiosonde yang dikoordinasikan oleh WMO.

“El Niño tidak menambah panas baru ke planet ini. Fenomena ini melepaskan panas yang sebelumnya telah tersimpan di bawah permukaan laut— itulah sebabnya peristiwa El Niño yang kuat sering kali bertepatan dengan tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat (seperti halnya tahun 2024),” kata Celeste Saulo dalam acara Global Heat Forum di Bangkok.
“Lautan yang menjadi sumber energinya berada pada suhu terhangat yang pernah kami catat. Singkatnya, ada lebih banyak panas yang tersedia untuk dilepaskan,” ujarnya.



