Prof. Widodo menegaskan bahwa angka tersebut merupakan wilayah peluang, bukan penunjuk lokasi individu. Karena itu, hasil simulasi perlu dibaca sebagai informasi ilmiah untuk memahami kemungkinan pola transport partikel berdasarkan kondisi arus dan parameter yang digunakan.
Temuan di Enggano sekaligus memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menguji kembali asumsi, pembobotan skenario, dan parameter model.
Data lapangan yang lebih lengkap akan menjadi masukan penting untuk pengembangan simulasi berikutnya sehingga model transpor partikel dapat semakin baik dalam menggambarkan dinamika hanyutan di perairan Indonesia.



