Kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis di UNG diharapkan dapat mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan spesialis di daerah yang masih kekurangan.
“Semoga pembukaan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif ini, menjadi awal bagi pengembangan program spesialis lainnya di masa depan,” kata Rektor.
Dengan demikian, UNG dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak dokter-dokter spesialis yang siap mengabdi di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian UNG.
Pembukaan program pendidikan spesialis ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis di Indonesia, sebagaimana arahan Presiden RI untuk membuka 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh tanah air.
Dengan hadirnya program ini, UNG tidak hanya memperluas akses pendidikan kedokteran, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Sebuah langkah maju yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.




