Darilaut – Paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) panjang 7,7 meter ditemukan terdampar di Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (14/7).
Paus bungkuk (Humpback whale) adalah favorit para pengamat paus, saat ditemukan pertama kali dalam keadaan hidup.
Cetacea tersebut ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 11.00 Wita di perairan dangkal Pantai Perancak.
Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Denpasar – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah mendapatkan laporan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memberikan arahan teknis kepada tim di lapangan.
Hasil identifikasi menunjukkan satwa tersebut merupakan paus bungkuk sepanjang sekitar 7,7 meter yang ditemukan dalam kondisi hidup tanpa luka luar.
Bersama masyarakat dan nelayan, tim berupaya menggiring paus menuju perairan yang lebih dalam.
Upaya penyelamatan dilakukan secara terpadu untuk mengembalikan mamalia laut dilindungi tersebut ke perairan yang lebih dalam dengan tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) dan keselamatan personel.
Namun kondisi pantai yang landai dan surutnya air laut yang berlangsung cepat menjadi kendala sehingga upaya penyelamatan tidak berhasil. Paus tersebut akhirnya dinyatakan mati sekitar pukul 14.00 Wita.
“Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian bersama terhadap konservasi mamalia laut,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara di Jakarta, Jumat (17/7).
”Setiap kejadian keterdamparan juga menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas penanganan, serta menambah data ilmiah yang mendukung upaya konservasi mamalia laut di Indonesia.”
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Getreda Melsina Hehanussa, mengatakan penanganan selanjutnya dilakukan melalui koordinasi dengan Polairud, TNI AL, BKSDA Bali, Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, bangkai paus ditangani melalui metode penguburan (burial method) setelah dilakukan nekropsi oleh tim JSI untuk memperoleh data ilmiah mengenai kondisi satwa dan mengidentifikasi kemungkinan penyebab kematian.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel biologis masih dalam proses.
Paus bungkuk merupakan mamalia laut migrasi yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan menjadikan perairan Indonesia sebagai salah satu jalur migrasinya.
Di Indonesia, seluruh jenis paus dilindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sementara secara internasional paus bungkuk tercantum dalam Appendix I CITES serta Appendix I dan II Convention on the Conservation of Migratory Species of Wild Animals (CMS).
Menurut NOAA Fisheries, paus bungkuk hidup di semua samudra di seluruh dunia. Mereka melakukan perjalanan jarak jauh setiap tahun dan memiliki salah satu migrasi terpanjang dari mamalia mana pun di planet ini.
Paus bungkuk memangsa krustasea seperti udang (krill) dan ikan kecil, menyaring sejumlah besar air laut melalui lempeng balin mereka, yang bertindak seperti saringan.
Paus bungkuk merupakan spesies favorit para pengamat paus, kata NOAA Fisheries. Karakteristik khasnya sering aktif, melompat keluar dari air dan menampar permukaan dengan sirip dada atau ekor mereka.
