Demikian Prakiraan Iklim ASEAN (ASEAN Climate Outlook) – Buletin Konsensus untuk Juni hingga Agustus 2026 yang diterbitkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Rabu (10/6).
Setelah Juni-Juli- Agustus, sebagian besar model memprediksi penguatan berkelanjutan menjadi El Niño yang kuat hingga sangat kuat, sementara sisanya memprediksi hanya kondisi El Niño moderat yang akan bertahan hingga akhir tahun.
Dalam prakiraan iklim tersebut disebutkan jika El Niño yang sangat kuat terjadi, ini tidak selalu menunjukkan dampak yang lebih besar pada iklim Asia Tenggara, akan tetapi lebih menunjukkan bahwa dampak tipikal dari peristiwa El Niño lebih mungkin terjadi.
Laporan WMO
Laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan dipicu oleh suhu air laut yang luar biasa hangat di Pasifik tropis, kondisi El Niño sedang berkembang dan akan memengaruhi pola suhu dan curah hujan global, meningkatkan risiko cuaca ekstrem selama beberapa bulan mendatang.Informasi Pasar Kelautan
Pesan utama yang disampaikan (1) suhu air laut yang hangat memicu perkembangan El Niño. (2) El Niño biasanya meningkatkan suhu global dan mendorong pola cuaca dan curah hujan yang lebih ekstrem.
(3) Suhu di atas rata-rata diperkirakan terjadi hampir di mana-mana untuk bulan Juni hingga Agustus. (4) Prakiraan cuaca tingkat lanjut membantu dalam persiapan untuk melindungi nyawa dan mata pencaharian. (5) Saatnya untuk pengambilan keputusan, perencanaan, dan kesiapan yang tepat sekarang juga




