Perubahan tekanan udara melemahkan atau bahkan membalikkan arah angin pasat yang biasanya bertiup ke arah berlawanan, dari Amerika menuju Asia, menyebabkan permukaan air laut di Pasifik bagian timur semakin meningkat, dan perairan menjadi semakin panas. Reaksi berantai ini menandakan dimulainya El Niño.
Pada awal April 2026, gelombang Kelvin tersebut telah mencapai Pasifik bagian timur, dan suhu permukaan laut mulai menghangat. Volume air hangat meningkat, menaikkan permukaan air laut di beberapa daerah sebanyak 1 hingga 1,3 kaki (30 hingga 40 sentimeter).

Air yang lebih tinggi dari biasanya terlihat mengalir menuju Amerika Selatan kemudian bergerak ke pantai menuju California. Permukaan laut yang enam hingga delapan inci (15 hingga 20 sentimeter) lebih rendah dari biasanya terlihat di sekitar Indonesia dan Australia bagian utara.
“Gelombang Kelvin seperti detak jantung El Niño,” kata Josh Willis, seperti dikutip dari tulisan Erica McNamee, dengan judul “NASA Satellites Observe Historic 2026 El Niño”.
Willis, ilmuwan proyek untuk misi permukaan laut di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan mengatakan bahwa satelit permukaan laut memungkinkan untuk mengintip ke dalam lautan dan mengamati setiap detaknya.
Titik Awal Siklus El Niño




