Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

GPS Berawal dari Sistem Militer AS, Kini Jadi Navigasi Global dengan Akurasi Tinggi

Novita J. Kiraman
25 November 2025
Kategori : Berita
0
GPS Berawal dari Sistem Militer AS, Kini Jadi Navigasi Global dengan Akurasi Tinggi

GAMBAR: BRIN

Darilaut – Teknologi GPS (Global Positioning System) yang kini digunakan masyarakat untuk peta digital, transportasi, hingga perangkat pintar, ternyata memiliki sejarah panjang sebagai sistem satelit militer Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Slamet Supriyadi, dalam Webinar PRMC #07 bertajuk “Securing the Signals: From IoT Networks to GPS Instrumentation” pada Selasa (18/11).

Slamet menjelaskan, GPS awalnya dirancang untuk kebutuhan navigasi militer. Namun seiring perkembangan teknologi global, negara lain mulai membangun sistem alternatif untuk keperluan sipil.

“GPS ini memang dia dari militer, tapi karena negara lain mengembangkan untuk sipil, muncul ide-ide baru untuk meningkatkan akurasi.”

Salah satu terobosan penting adalah penggunaan satelit geostasioner (GEO) yang berada di ketinggian 35.000 km. Satelit GEO bergerak mengikuti rotasi bumi, sehingga posisinya selalu tampak berada di titik yang sama.

“Keunggulan satelit GEO adalah dapat memberikan koreksi secara terus-menerus sehingga menutup kelemahan GPS,” kata Slamet.

Ia merinci berbagai kendala teknis pada GPS, seperti keterlambatan sinyal akibat melewati ionosfer dan troposfer, multipath yang menyebabkan sinyal memantul-mantul, interferensi dari sinyal lain, hingga ancaman jamming dan spoofing.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINSatelit GeostasionerSlamet Supriyadi
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Longsor Banjarnegara, 16 Orang Masih Dalam Pencarian

Next Post

Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

Postingan Terkait

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

16 Juni 2026
Korban Tewas Gempa Sarangani 47 Orang, Rumah Rusak 12.641

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

16 Juni 2026

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

Gempa Sarangani Mengakibatkan 54 Ribu Rumah Rusak di Mindanao, 249 di Sulawesi Utara

Infeksi Virus Ebola di Kongo Terus Menyebar, Dapat Menyasar Anak-anak

Next Post
Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

TERBARU

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Fakultas Kedokteran UNG Komitmen Mendukung Penanggulangan Bencana

Bambu Dapat Memulihkan Ekosistem dan Pengendalian Erosi

AmsiNews

REKOMENDASI

Salut, Pakai Katinting Nelayan Olele Tangkap Tiga Ekor Tuna dalam Sehari

Paus Orca Terlihat di Botubarani, Hiu Paus Menghilang

Konferensi Internet Dunia Berlangsung di Cina

Ikan Capungan Banggai, Spesies Endemik di Perairan Sulawesi Tengah

Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Untuk Mencegah Diabetes

Teknik Baru Restorasi Mangrove

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.