Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

redaksi
21 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Gelombang Kelvin. GAMBAR: NOAA

Menurut NOAA, saat air mengalir ke arah timur di belahan bumi utara, gaya Coriolis (yang timbul akibat rotasi Bumi) mendorong air ke arah kanan (menuju ekuator); sementara di belahan bumi selatan, gaya tersebut mendorong air ke arah kiri (juga menuju ekuator).

Ketika mencapai pesisir Amerika Selatan di sepanjang garis ekuator, gelombang ini terpecah: sebagian bergerak ke selatan menuju kutub, dan sebagian lainnya bergerak ke utara di sepanjang pesisir barat benua Amerika.

Gelombang Kelvin yang bergerak menyusuri garis pantai disebut sebagai gelombang yang “terperangkap di pesisir” (coastally trapped) karena tertahan di dekat pantai akibat efek Coriolis. Selama peristiwa El Niño, beberapa gelombang Kelvin dapat terbentuk, sering kali berupa rangkaian gelombang susulan yang terjadi selama kurun waktu beberapa bulan, kata NOAA.

Gelombang Kelvin dapat menyebabkan suhu air permukaan menjadi lebih hangat dari biasanya karena gelombang ini mendorong air yang lebih dingin di lapisan termoklin ke kedalaman yang lebih rendah. Gelombang ini juga meningkatkan permukaan laut untuk sementara—sekitar 6 hingga 12 inci (15 hingga 30 cm) atau lebih—karena volume air hangat yang lebih besar menempati ruang yang lebih luas dibandingkan air yang lebih dingin.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: Daniel RudnickEl NinoEl Niño 2026Gelombang KelvinNASANOAAPasifik Khatulistiwa
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Next Post

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Postingan Terkait

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

21 Oktober 2026
Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

21 Oktober 2026

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Next Post
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Laser Angkatan Laut China Ganggu Pesawat Militer Australia di Laut Arafura

Mahasiswa UNG Kuliah di Taiwan Melalui Program IISMA

5 Kampung Deklarasi Hukum Adat Distrik Missol Timur, Luasnya 91 Ribu Hektar

Ilmu Oseanografi Dapat Menentukan Waktu Panen Ikan Pelagis

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

UNG Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.