Gempa Afganistan Berdampak pada 12 Ribu Orang di Provinsi Herat

Staf UNICEF menilai kerusakan akibat gempa di desa Karinal, provinsi Herat di Afghanistan. FOTO: UNICEF/REBECCA PHWITIKO

Darilaut – Gempa susulan berlanjut tiga hari terakhir, setelah gempa berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang provinsi Herat di Afghanistan barat pada hari Sabtu (7/10).

Gempa yang melanda Provinsi Herat tersebut berdampak pada lebih dari 12.000 orang.

Hasil penilaian cepat, Distrik Zindajan adalah daerah yang terkena dampak paling parah, dengan lebih dari 1.300 orang tewas dan hampir 500 orang masih dilaporkan hilang.

Citra satelit terbaru PBB juga menunjukkan tingkat kerusakan ekstrim di distrik Injil.

Kami dan mitra kami berada di lapangan dan memberikan bantuan, kata OCHA dalam siaran pers Selasa (10/10).

Program Pangan Dunia (World Food Programme) mendistribusikan biskuit berenergi tinggi ke lebih dari 450 rumah tangga di distrik Zindajan dan mengirimkan 75 ton makanan ke distrik Zindajan dan Gularan.

Mitra kesehatan menyediakan perawatan darurat trauma di Rumah Sakit Daerah Herat – yang merupakan rumah sakit rujukan utama – serta layanan kesehatan primer dan dukungan kesehatan mental di desa-desa yang terkena dampak.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) telah mengirimkan tenda penampungan darurat, barang-barang non-makanan dan peralatan perbaikan serta truk air.

UNICEF telah mendistribusikan peralatan kebersihan dan sabun serta menyediakan truk air. Dana Kependudukan PBB (UNFPA) juga telah menyediakan perlengkapan martabat serta perlengkapan ibu dan bayi kepada masyarakat yang terkena dampak dan juga menyediakan konseling khusus.

Rekan-rekan kemanusiaan kami memperingatkan bahwa anak-anak sangat rentan dan menderita tekanan psikologis yang parah akibat gempa bumi, kata Ocha,”Mereka memerlukan dukungan kesehatan mental dan psikososial.”

Melansir Xinhua, korban tewas akibat gempa bumi di Herat dan provinsi-provinsi sekitarnya sebanyak 2.445 orang.

Daerah yang paling terkena dampak adalah distrik Zanda Jan di Herat, di mana 13 desa telah “hancur total,” kata Mawlawi Musa Ashari, Direktur Otoritas Manajemen Bencana Nasional Provinsi Herat.

Sebelumnya di hari yang sama, juru bicara Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana, Mullah Janan Shaeq, mengatakan lebih dari 9.200 orang terluka akibat gempa tersebut.

Exit mobile version