Di provinsi Yunnan di barat daya Tiongkok, petugas penyelamat masih mencari korban di 18 rumah yang terkubur tanah longsor pada hari Senin di desa Liangshui.
Media pemerintah melaporkan bahwa 20 jenazah telah ditemukan, sementara 24 lainnya masih hilang, meskipun tidak jelas kapan dan di mana tepatnya mereka yang terkena dampak didaftarkan. Tiga orang yang selamat ditarik dari rumah mereka yang tertutup batu dan lumpur di tengah cuaca dingin yang membekukan dan salju yang turun.
Getaran akibat gempa hari Selasa terasa hingga ratusan kilometer (mil) jauhnya.
Tanah Longsor
Xinhua melaporkan jumlah korban tewas akibat tanah longsor yang melanda sebuah desa pegunungan di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, bertambah menjadi 31 orang.
Lebih dari 1.000 penyelamat telah bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan, dengan menggunakan 150 mesin dan kendaraan, serta 81 anjing pelacak.
Sebanyak 918 warga dari 223 KK telah dievakuasi ke lokasi aman. Ada yang tinggal bersama kerabatnya, dan ada pula yang berlindung di pemukiman sementara di sekolah terdekat. Dua warga sedang mendapat perawatan di rumah sakit.
Investigasi awal menemukan bahwa tanah longsor disebabkan oleh runtuhnya area tebing curam di puncak lereng. Curah hujan sebelumnya juga berkontribusi terhadap tanah longsor.




