Darilaut – Gempa dahsyat mengguncang Filipina Selatan pada Senin (8/6) pagi. Gempa di lepas pantai Saranggani tersebut dirasakan intensitas VII di Kota General Santos dan VI di Palimbang.
Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. pada hari Senin memerintahkan untuk mobilisasi segera lembaga-lembaga pemerintah menyusul gempa bumi kuat di lepas pantai Sarangani yang memicu peringatan tsunami di beberapa provinsi pesisir di Mindanao.
Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Marcos mengatakan Kantor Pertahanan Sipil (OCD) dan Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) sekarang sedang mengoordinasikan operasi respons dan pemantauan di daerah yang terkena dampak.
Presiden mengarahkan Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) untuk menyiapkan persediaan bantuan dan memastikan pusat-pusat evakuasi siap dan beroperasi untuk warga yang mungkin mengungsi.
Ia juga memerintahkan Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) untuk bersiap siaga untuk penilaian kerusakan dan pembersihan jalan, jembatan, dan rute penting lainnya yang dibutuhkan untuk upaya penyelamatan dan bantuan.
Marcos juga menangguhkan kelas di semua tingkatan di daerah yang terdampak di seluruh Mindanao hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas.




