“Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama,” kata Presiden, menambahkan bahwa Departemen Pendidikan (DepEd) akan berkoordinasi dengan unit pemerintah daerah dalam pelaksanaan penangguhan tersebut.
Marcos mendesak warga di provinsi-provinsi yang berada di bawah peringatan tsunami untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi dan mengikuti arahan otoritas setempat.
“Kepada saudara-saudara sebangsa kita di provinsi-provinsi yang terdampak, mohon perhatikan peringatan tsunami. Pindah ke tempat yang lebih tinggi sekarang. Jangan menunggu. Hidup Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal,” katanya.
Presiden meyakinkan publik bahwa pemerintah pusat berkoordinasi erat dengan kepala eksekutif daerah dan kantor regional seiring perkembangan situasi.
Gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 mengguncang provinsi Sarangani pada pukul 7.37 pagi hari Senin. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengatakan gempa tersebut terjadi 32 km sebelah barat kota Maasim. Kedalamannya 33 km.
Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology-Phivolcs) gempa ini berpotensi tsunami lebih dari satu meter.
Berdasarkan basis data skenario tsunami lokal, diperkirakan akan terjadi gelombang dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas pasang surut normal dan mungkin lebih tinggi di teluk dan selat tertutup, kata Phivolcs.




