Darilaut – Gempabumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,7 yang dimutakhirkan menjadi M 6,5 mengguncang wilayah Bengkulu, Selasa (23/8) pukul 21.31 WIB.
Data yang direkam Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempabumi tersebut berpusat di 5.22 LS dan 102.95 BT. Gempa berada di kedalaman 52 kilometer.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melaporkan bahwa guncangan gempabumi dirasakan cukup kuat selama 2-6 detik dan beberapa masyarakat dibuat panik sehingga berhamburan keluar rumah.
Guncangan dirasakan kuat di wilayah Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Seluma, Kepahiang dan Pesisir Tengah.
“Cukup kuat, Pak. Ini dirasakan cukup kencang di kabupaten Mukomuko, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara,” kata BPBD Provinsi Bengkulu Septi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Bengkulu saat ini sedang turun ke lapangan untuk asesmen awal dan memonitoring dampak yang terjadi akibat gempabumi.
Hasil asesmen sementara belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa. Apabila ada perkembangan hasil asesmen di lapangan maka akan segera di perbarui secara berkala.
“Belum ada laporan keruskaan,” ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Bengkulu Indi Sastra.
“Sejauh ini tim sedang berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait data kerusakan dan lainnya.”
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D. mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan demi mengantisipasi adanya potensi gempabumi susulan.
Masyarakat juga diimbau untuk memperbarui perkembangan informasi terkait gempabumi melalui instansi terkait seperti BMKG, BNPB dan BPBD serta sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diharapkan tetap waspada untuk potensi gempa susulan, perhatikan penempatan barang-barang besar di dalam rumah agar tidak menghalangi penghuni ketika evakuasi keluar rumah.
Kewaspadaan ini terutama diimbau untuk masyarakat yang berada di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Gempa M 5,8
Sebelumnya, Gempa M 5,8 terjadi pada Senin (22/8), pukul 15.36 WIB, dirasakan warga Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB rumah warga rusak berat sebanyak 1 unit di Lombok Tengah. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kerusakan tempat tinggal tersebut.
Di samping itu, masih di Kabupaten Lombok Tengah, BPBD setempat melaporkan satu warganya mengalami luka ringan.
BNPB masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD yang teridentifikasi merasakan guncangan gempa M5,8.
Guncangan kuat juga dirasakan warga Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Mereka merasakannya selama 1 hingga 2 detik. Gempa sempat panik dan berhamburan keluar rumah.
Beberapa wilayah lain di Provinsi Bali yang warganya merasakan guncangan, antara lain di Kabupaten Gianyar, Tabanan dan Karangasem.
Data sementara, dua rumah warga Kabupaten Karangasem terdampak, dengan rincian rumah rusak sedang di Kecamatan Kubu 1 unit dan rusak ringan di Kecamatan Selat 1 unit.
Di Provinsi NTB, BPBD setempat melaporkan guncangan kuat dirasakan warganya dengan durasi 1 hingga 2 detik, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Warga pun panik dan keluar rumah saat guncangan terjadi.
Gempa M5,8 ini terletak 74 km tenggara Kuta Selatan, Bali, dengan kedalaman 124 km.
Identifikasi berdasarkan intensitas kekuatan gempa dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,8 menunjukkan IV MMI di Kota Mataram Lombok Barat, Lombok Tengah, Badung, Denpasar dan Klungkung. Sedangkan III MMI teridentifikasi di Buleleng, Karangasem, Gianyar, Tabanan, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu.
Skala IV MMI mendeskripsikan situasi yang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Semakin tinggi skala MMI, dampak kerusakan dapat berpotensi terjadi.
